Pages

Rabu, 15 Januari 2014

13 Kebiasaan Yang Dihindari Pebisnis Bermental Baja

13 Kebiasaan Yang Dihindari Pebisnis Bermental Baja

Manusia Baja

Orang yang bermental kuat memiliki kebiasaan sehat. Mereka mengatur emosi, pikiran, dan perilaku mereka dengan cara yang membuat mereka sukses dalam kehidupan. Berikut adalah beberapa hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang bermental kuat yang bisa Anda tiru.

1. Mereka tidak menghabiskan waktu dengan menyesali diri sendiri.

Orang yang bermental kuat tidak akan terpuruk karena masalah hambatan yang ia hadapi atau mengeluh karena orang lain memperlakukan mereka dengan buruk. Justru mereka mengambil tanggung jawab dan memahami bahwa hidup tidak selalu mudah atau adil.

2. Mereka tidak membiarkan orang lain mempengaruhi emosi mereka.

Mereka tidak akan membiarkan orang lain membuat mereka sedih, kesal, atau marah. Mereka tidak berkata akan mengatakan sesuatu seperti, “Bos saya bikin bete!”, karena mereka mengerti bahwa mereka bisa mengontrol emosi dan mereka bisa memilih bagaimana mereka merespon.

3. Mereka tidak menutup diri dari perubahan.

Orang yang kuat tidak mencoba menghindari perubahan. Justru mereka menerima perubahan positif dan bersedia bersikap fleksibel. Mereka mengerti bahwa perubahan tak dapat dihindari dan percaya bahwa mereka mampu beradaptasi.

4. Mereka tidak menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak dapat mereka kontrol.

Anda tidak akan mendengar orang-orang yang bermental kuat komplain tentang barang yang hilang atau kemacetan. Mereka hanya fokus pada apa yang dapat mereka kontrol. Mereka menyadari bahwa terkadang, yang dapat mereka kontrol hanyalah sikap mereka.

5. Mereka tidak merasa perlu menyenangkan semua orang.

Orang yang bermental kuat menyadari bahwa mereka tidak perlu menyenangkan semua orang setiap waktu. Mereka tidak takut berkata tidak, dan berani berbicara bila memang diperlukan. Mereka akan berusaha bersikap baik dan adil, namun dapat menerima kekecewaan orang lain bila mereka tidak dapat membuat orang tersebut senang.

6. Mereka tidak takut mengambil resiko yang sudah diperhitungkan.

Mereka tidak mengambil resiko secara gegabah atau konyol, tapi tidak khawatir mengambil resiko yang sudah diperhitungkan. Orang bermental kuat meluangkan waktu untuk memperhitungkan resiko dan benefit sebelum membuat keputusan besar, dan mereka sudah mengumpulkan banyak informasi mengenai kemungkinan terburuk sebelum melangkah.

7. Mereka tidak galau dengan masa lalu.

Orang bermental kuat tidak menghabiskan waktu dengan berandai-andai dengan apa yang sudah terjadi. Mereka menerima masa lalu dan dapat menceritakan hikmah yang mereka dapat. Mereka hidup untuk saat ini dan merencanakan masa depan.

8. Mereka tidak melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

Orang bermental kuat menerima tanggungjawab atas perilaku mereka dan belajar dari kesalahan di masa lalu. Sebagai hasilnya, mereka tidak mengulangi kesalahan-kesalahan itu lagi. Mereka membuat keputusan yang lebih baik di lain waktu.

9. Mereka tidak sirik dengan kesuksesan orang lain.

Orang bermental kuat dapat menghargai dan merayakan kesuksesan orang lain. Mereka tidak iri atau merasa dicurangi ketika orang lain lebih maju daripada mereka. Mereka menyadari bahwa sukses datang dari kerja keras dan mereka bersedia melakukan itu untuk mendapatkan kesuksesan mereka sendiri.

10. Mereka tidak menyerah pada kegagalan pertama.

Orang bermental kuat tidak menganggap kegagalan sebagai alasan untuk menyerah. Mereka justru menggunakan kegagalan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan mengembangkan diri. Mereka bersedia untuk terus mencoba sampai mereka berhasil.

11. Mereka tidak takut sendirian.

Orang bermental kuat berani saat sendirian dan mereka tidak takut dengan keheningan. Saat-saat sendiri dan hening itu bahkan dapat mereka gunakan untuk melakukan sesuatu yang produktif. Mereka enjoy dengan diri sendiri dan tidak merasa harus selalu ditemani orang lain. They’re happy alone.

12. Mereka tidak merasa dunia berhutang sesuatu pada mereka.

Orang bermental kuat tidak terlahir dengan mentalitas bahwa orang lain kelak akan merawat mereka atau bahwa dunia harus memberikan mereka sesuatu. Mereka berusaha mandiri dengan semaksimal mungkin menggunakan segala potensi yang mereka miliki.

13. Mereka tidak berharap hasil cepat.

Misalnya mereka sedang membangun bisnis dari bawah, orang bermental kuat tidak mengharap hasil secara cepat. Mereka mengaplikasikan keterampilan sebaik mungkin dan mengerti bahwa perubahan membutuhkan waktu.

Diterjemahkan secara bebas dari 13 Things Mentally Strong People Don’t.
 by

Selasa, 14 Januari 2014

2 Langkah Menuju Sukses


Semua orang mempunyai definisi suksesnya masing-masing. Bagi sebagian orang, sukses mungkin berarti mempunyai beberapa mobil bagus, pakaian bermerek, atau rumah yang besar. Sewaktu saya masih kecil, saya tidak pernah memikirkan apa itu sukses, namun sekarang kesuksesan bagi saya adalah menjadi apa yang saya inginkan dan berhasil memimpin diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Untuk mencapai keberhasilan, yang pertama kali Anda harus lakukan adalah mengetahui apakah keberhasilan itu sendiri. Kemudian, Anda boleh bermimpi.

Hadapi Ketakutanmu

Seorang teman Naomi Simson berkata kepada anak-anaknya setiap hari, “Lakukanlah satu hal yang menakutkanmu tiap harinya!”
Ibu yang bijak tersebut mencoba mengajarkan kepada anak-anaknya agar tidak takut untuk mencoba. Jika mereka mencoba sesuatu hal dan gagal, mereka akan menyadari bahwa ini bukanlah akhir dari dunia. Namun, jika anak-anaknya mencoba sesuatu dan berhasil, ada rasa kebanggaan dari dalam diri sendiri karena telah berhasil menaklukkan rasa takur mereka.
Sama seperti halnya bila Anda sedang mencoba melakukan olahraga yang cukup ekstrim. Di Semarang, ada satu tempat outbond yang sering saya kunjungi bersama teman-teman. Nama kawasan outbond tersebut adalah Umbul Sidomukti.
Salah satu wahana outbond yang disediakan di sana adalah Marine Bridge. Permainan tersebut adalah menyebrangi jembatan tali dengan berpegangan pada tali juga. Yang menarik adalah, di bawah jembatan tersebut ada jurang alam yang tingginya mencapai puluhan meter. Jadi, saya akan menyebrangi jembatan tali yang di bawahnya ada jurang yang sangat dalam. Sekali njeblos ke bawah, selesailah sudah…
Saya bukanlah penggemar olahraga ekstrim, namun karena Marine Bridge cukup menarik, saya tertantang untuk mencoba. Setelah petugas wahana memakaikan alat-alat pengaman kepada saya, akhirnya saya mulai melangkah.
Langkah pertama saya terasa sangat berat. Karena langkah pertama adalah awal dari segalanya. Ketika Anda memutuskan membatalkan langkah pertama Anda dan berbalik arah, maka Anda tidak akan memulai apapun juga. Saat itu, di langkah pertama saya, saya melihat ke bawah dan merasa sangat ketakutan.
Namun saya maju terus dan akhirnya, meski dengan kaki gemetar, saya berhasil mencapai garis finish. Saya akhirnya berfikir, “Ternyata tidak semenakutkan seperti yang saya kira!”
Dalam buku The Power of Kepepet yang ditulis oleh Mas Jaya Setiabudi, bila Anda mengalami ketakutan, maka cara satu-satunya adalah HADAPI. Anda pasti masih ingat dengan cerita beliau mengenai seorang wanita yang mengalami phobia terhadap bulu ayam selama 37 tahun, dan hanya butuh 15 menit untuk menyembuhkannya. Dokter yang menangani wanita tersebut telah memaksa pasiennya untuk menghadapi bulu ayam, satu yang paling ditakutinya.

Istirahat yang Cukup

Saran ini mungkin terlihat tidak masuk akal, namun ingatlah ketika Anda merasa capek, bagaimana Anda dapat berpikir dengan jernih? Janganlah memaksakan ambisi Anda tanpa memperdulikan kondisi tubuh Anda. Dengan istirahat yang cukup, aktivitas dapat dilakukan secara maksimal, tubuh juga terasa segar dan pikiran terbebas dari hal-hal yang tidak menyenangkan.
Mas J pernah bilang kepada saya, “Kita sudah bekerja gila-gilaan, kita harus menghibur diri dengan gila-gilaan juga!”

Nah, apakah definisi sukses bagi Anda?

Sumber : www.hot.yukbisnis.com by

Senin, 13 Januari 2014

Menjadi Pengusaha Super Sukses

Menjadi wirausaha sukses adalah salah satu alternatif dalam menjemput rezeki. Sayangnya masih sedikit sekali yang berminat menekuninya. Dibanding Singapura atau negara tetangga Asean lainnya, persentase pebisnis di Indonesia masih sedikit. Bekerja atau menjadi karyawan masih menjadi pilihan nomor satu.
Kenapa? Salah satu penyebabnya ialah banyak yang mengatakan bahwa berwirausaha itu tidak mudah dan resiko yang tinggi. “Saya tidak bisa bisnis.” Ini adalah kalimat yang begitu akrab terdengar saat kita sedang berbicara bisnis. Tentu saja selain: “Saya tidak punya modal.”

Mengapa Menjadi Wirausaha Sukses Sepertinya Sulit?

Jika kita bekerja, pekerjaan kita sehari-hari akan fokus sesuai dengan jabatan kita. Sebagai contoh: jika Anda berada di departemen pemasaran, maka pekerjaan Anda fokus pada pekerjaan yang berkaitan dengan pemasaran. Berbeda dengan bisnis, semua pekerjaan harus kita tangani mulai dari pengadaan produk, pemasaran, keuangan, dan sebagainya. Sehingga bisnis terlihat begitu sulit. Ini adalah anggapan keliru.
Anggapan ini disebabkan oleh pemikiran: semuanya harus dilakukan sendiri. Mari kita belajar kepada Henry Ford, dia bukan ahli dalam pembuatan mobil. Tetapi dia mampu memproduksi mobil yang berkualitas dan dalam jumlah banyak. Kunci menjadi wirausaha sukses adalah: tidak mengerjakan semuanya sendiri.

Langkah-langkah menjadi wirausaha sukses adalah:

  1. Miliki pengetahuan yang cukup tentang bisnis Anda. Meski Anda harus mengerjakan sendiri, tetapi Anda perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang bisnis Anda. Pertama pengetahuan tentang bagaimana menjalankan bisnis dan yang kedua pengetahuan tentang produk atau jasa yang akan Anda sediakan.

  2. Siapkan atau rancang sebuah sistem untuk menjalankan bisnis ini. Rancanglah sistem bagaimana menjalankan bisnis dengan benar dan bisnis bisa berjalan meski tanpa kehadiran Anda.

  3. Temukan orang untuk menjalankan sistem ini. Jika sistem sudah Anda desain dengan baik, Anda akan tahu orang seperti apa, memiliki keterampilan apa, dan seberapa banyak agar sistem berjalan dengan baik.

  4. Pastikan agar sistem berjalan dengan baik. Karena Anda adalah pemilik bisnis, maka Andalah yang bertanggung jawab jalan atau tidaknya sebuah sistem. Kemampuan Anda dalam memimpin orang-orang dalam bisnis Anda akan berperan besar disini.
Jadi Anda tidak perlu bisa segalanya. Tidak perlu melakukan segalanya. Yang penting adalah memiliki ide, merancang sistem, merekrut orang, dan kepemimpimpinan. Tidak bisa merancang sistem? Jangan khawatir, Anda pun bisa membayar orang (salah satunya saya) untuk merancang sistem Anda. Anda pun bisa membayar orang untuk masalah perekrutan dan pengelolaan SDM (yang ini bukan bidang saya).
Pada ujungnya, dua kemampuan yang perlu Anda miliki:  menghasilkan ide dan kepemimpinan. Kabar baik lagi: keduanya bisa dipelajari dan dilatih. Artinya: menjadi wirausaha sukses adalah bisa dilakukan oleh semua orang.
Beberapa faktor atau kondisi yang mendorong  semakin produktifnya pikiran bawah sadar, yaitu :
1. Sikap ragu-ragu.
2. Sikap berani.
3. Bermacam-macam pengalaman, memori dan ketertarikan.
4. Persiapan yang sempurna dan sungguh-sungguh.
5. Menyerah sementara.
6. Istirahat atau Santai.
7. Menulis.
8. Bertukar pikiran.
9. Bebas dari kebingungan atau kekacauan.
10. Batas waktu.
 
dikutip dari Khana Fitri, Kompasiana
 

Blogger news

Blogroll

About